• AddressGedung Ki Bagus Hadi KoesoemoJl. Ki Hajar Dewantara No 116 Kelurahan Iring Mulyo
  • Email
  • Contact

Mahasiswa PGSD UM Metro Wujudkan Pembelajaran Berdampak Melalui Pengabdian Masyarakat Berbasis Proyek di Kelompok Gemati Desa Banjarejo

Metro, 11 April 2026 – Komitmen Universitas Muhammadiyah Metro dalam menghadirkan pembelajaran yang berdampak diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Kelompok Gemati Desa Banjarejo pada 6 - 11 April 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang mengintegrasikan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia.

Program pengabdian tersebut menjadi bagian dari pengembangan model pembelajaran MKWK yang menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan. Tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, mahasiswa juga dituntut mampu mengidentifikasi persoalan di masyarakat, merancang solusi, melaksanakan program, hingga melakukan evaluasi secara berkelanjutan melalui tahapan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation).

Sebelum diterjunkan ke lapangan, mahasiswa memperoleh pembekalan melalui penyampaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS), kontrak perkuliahan, dan perencanaan proyek kolaboratif. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa PGSD didampingi secara intensif oleh seluruh dosen Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Metro, sehingga setiap tahapan kegiatan, mulai dari observasi, penyusunan program, pelaksanaan, hingga evaluasi dapat terlaksana secara optimal.

Di Kelompok Gemati Desa Banjarejo, mahasiswa melakukan observasi dan berdialog langsung dengan masyarakat untuk memetakan berbagai kebutuhan di lapangan. Dari hasil analisis tersebut ditemukan beberapa isu yang menjadi fokus program, antara lain peningkatan literasi digital, penguatan kesadaran hukum, pelestarian budaya gotong royong, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan di era digital.

Berangkat dari hasil observasi tersebut, mahasiswa kemudian melaksanakan berbagai program edukatif, di antaranya kampanye literasi digital, edukasi lingkungan, penguatan nilai kebinekaan, penyusunan media poster literasi, serta penyusunan Modul Literasi Konstitusi Digital yang membahas etika bermedia sosial, perlindungan data pribadi, kebebasan berpendapat secara bertanggung jawab, dan penguatan nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi disinformasi di ruang digital. Seluruh rangkaian kegiatan mendapat pendampingan dan evaluasi dari dosen sehingga program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kaprodi PGSD: Mahasiswa Harus Menjadi Agen Perubahan

Kaprodi PGSD Universitas Muhammadiyah Metro, Ade Gunawan, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berbasis proyek merupakan salah satu bentuk nyata implementasi pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman lapangan.

"Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Pendampingan oleh seluruh dosen PGSD menjadi bentuk komitmen kami dalam memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas sekaligus menghasilkan program yang bermanfaat bagi masyarakat."

Dosen MKWK: Pembelajaran Harus Memberikan Dampak Nyata

Dosen pengampu Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), Titin Sarwendah, M.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek menjadi media yang efektif untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus karakter mahasiswa.

"Melalui pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa belajar menganalisis kebutuhan masyarakat, bekerja sama dalam tim, menyusun solusi, serta melakukan refleksi terhadap hasil yang telah dicapai. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi mahasiswa sebagai calon pendidik yang profesional, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi."

Mahasiswa Merasakan Pengalaman Belajar yang Bermakna

Salah satu peserta kegiatan, Muhammad Fahrul Irkham, mengungkapkan bahwa pengabdian masyarakat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kelas.

"Kami belajar langsung bersama masyarakat sehingga lebih memahami kondisi yang sebenarnya. Kegiatan ini mengajarkan kami pentingnya komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta bagaimana ilmu yang dipelajari di kampus dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar."

Antusiasme masyarakat Gemati Desa Banjarejo terhadap berbagai kegiatan edukatif yang dilaksanakan mahasiswa menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan dampak positif. Program ini sekaligus memperkuat peran Universitas Muhammadiyah Metro sebagai perguruan tinggi yang terus menghadirkan pembelajaran inovatif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian yang berlangsung pada 6 - 11 April 2026, mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Metro membuktikan bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kelas. Dari teori menuju aksi nyata, mereka hadir sebagai calon pendidik yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai kebangsaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.