PGSD UM Metro Gelar Sosialisasi Pedoman Anti Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleransi

Metro, 10 September 2025 — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pedoman Pencegahan dan Penanganan Anti Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleransi. Acara ini dilaksanakan di Aula Gedung E.1.6 Universitas Muhammadiyah Metro dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen PGSD sebagai bagian dari komitmen universitas dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, beretika, dan berkeadaban.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Retno Fajarwati, M.Pd., dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Metro yang juga aktif dalam bidang advokasi pendidikan dan pengembangan karakter mahasiswa. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kesadaran sivitas akademika untuk memahami, mencegah, dan menindak setiap bentuk kekerasan di lingkungan kampus, baik yang bersifat verbal, fisik, maupun digital.

“Perguruan tinggi harus menjadi ruang aman bagi seluruh warganya. Setiap dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menciptakan budaya saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” ujar Retno Fajarwati.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari penerapan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Anti Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Intoleransi Universitas Muhammadiyah Metro yang disahkan melalui Surat Keputusan Rektor Nomor 0014/II.3.AU/D/UMM/2025 tanggal 13 Januari 2025. Pedoman tersebut diterbitkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Muhammadiyah Metro sebagai acuan resmi dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aspek penting pedoman tersebut, mulai dari definisi dan bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan, hingga strategi pencegahan yang dapat dilakukan di tingkat program studi. Sosialisasi ini juga memberikan ruang dialog terbuka bagi peserta untuk berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai upaya menciptakan kampus yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
Ketua Program Studi PGSD, Ade Gunawan, M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi bagian integral dari pendidikan karakter di perguruan tinggi.
“Mahasiswa PGSD sebagai calon guru harus menjadi teladan dalam perilaku beretika dan menghargai keberagaman. Sosialisasi ini memperkuat nilai profetik dan humanis yang menjadi dasar visi PGSD untuk mencetak pendidik yang profesional dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Program Studi PGSD UM Metro berkomitmen untuk terus menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab kolektif seluruh sivitas akademika dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.