• AddressGedung Ki Bagus Hadi KoesoemoJl. Ki Hajar Dewantara No 116 Kelurahan Iring Mulyo
  • Email
  • Contact

SINAU Talks #2 Edisi Juni 2025 Mewujudkan Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar: Tantangan dan Praktik Terbaik

Metro, 18 Juni 2025-Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro kembali menyelenggarakan kegiatan inspiratif bertajuk SINAU Talks #2 dengan tema Mewujudkan Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar: Tantangan dan Praktik Terbaik. Kegiatan yang diadakan secara daring melalui Zoom Meeting ini berlangsung pada hari Rabu, 18 Juni 2025, pukul 09.00 sampai 11.00 WIB dan diikuti oleh tiga puluh mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Metro.

SINAU Talks edisi kedua ini menghadirkan Adya Rosa Prasasti, M.Pd., dosen PGSD sekaligus pemerhati pendidikan inklusi, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Adya Rosa menekankan pentingnya membangun kesadaran dan kompetensi calon guru agar mampu menghadapi keberagaman peserta didik di sekolah dasar. Menurutnya, pendidikan inklusi bukan hanya tentang menerima anak berkebutuhan khusus, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan belajar yang menghargai setiap perbedaan.

“Guru inklusif adalah guru yang memiliki hati yang terbuka dan pikiran yang reflektif. Pendidikan inklusi menuntut empati, kolaborasi, serta kreativitas dalam menciptakan pembelajaran yang adil bagi semua anak, tanpa terkecuali,” ujar Adya Rosa dalam sesi pemaparan.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi publik dan tanya jawab interaktif ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berdialog langsung mengenai konsep, tantangan, dan praktik terbaik pendidikan inklusif di sekolah dasar. Para peserta tampak antusias menyampaikan pertanyaan terkait strategi pembelajaran, adaptasi media ajar, serta upaya menumbuhkan iklim kelas yang ramah dan berkeadilan bagi semua siswa.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Metro, Ade Gunawan, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan cerminan nilai kemanusiaan yang menjadi dasar profesi guru.

“Guru masa kini harus mampu memahami bahwa setiap anak memiliki potensi unik. Tugas kita sebagai pendidik adalah memastikan semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. SINAU Talks menjadi wadah penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini kepada mahasiswa calon guru,” tutur Ade Gunawan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PGSD diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai konsep dan implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar, sekaligus mengembangkan kepekaan sosial dan keterampilan pedagogik yang diperlukan untuk mengelola keberagaman di ruang kelas.

Selain memperkuat teori dan wawasan, SINAU Talks #2 juga mendorong peserta untuk menumbuhkan empati, memperkuat kolaborasi, dan merayakan keberagaman dalam proses pembelajaran. Diskusi yang berlangsung secara dinamis ini menunjukkan semangat mahasiswa untuk berperan aktif dalam mewujudkan pendidikan yang humanis dan adaptif terhadap perubahan sosial.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian forum akademik SINAU PGSD (Suara Inovasi dan Aksi untuk Pendidikan Dasar) yang diinisiasi oleh Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Metro. Melalui forum ini, diharapkan terbangun komunitas pendidik yang berpikir kritis, berempati, dan berkomitmen dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang inklusif dan berkeadilan di sekolah dasar.

Dengan terselenggaranya SINAU Talks #2 Edisi Juni 2025, Universitas Muhammadiyah Metro kembali menegaskan perannya sebagai pelopor inovasi pendidikan dasar di era digital. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen terhadap pendidikan inklusif harus dimulai dari pembentukan calon guru yang berpikir terbuka, kreatif, dan berorientasi pada kemanusiaan.